Dampak Negatif Air Conditioner bagi Lingkungan
Kasus :
Dampak Negatif dari Air Conditioner (AC) bagi Lingkungan
Kita mungkin berada di tempat
dengan suhu yang panas, karena Indonesia sendiri merupakan negara tropis dimana
hanya memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim panas. Lebih dari separuh
negara itu mengalami kenaikan suhu di tahun 90-an dalam sepekan terakhir,
mendorong banyak orang untuk mencari bantuan untuk menghasilkan udara sejuk
dari AC. Tetapi dalam beberapa tahun ke depan, cara kerja AC bisa berubah.
Bulan lalu, perwakilan dari hampir 200 negara bekerja sama pada perjanjian
lingkungan baru untuk mengatur penggunaan HFC, atau hidrofluorokarbon.
Senyawa kimia ini bertanggung jawab untuk membuat ruangan tetap dingin pada
hari-hari musim panas, pada AC dan lemari es. Para pengamat lingkungan, pejabat
pemerintah, dan ilmuwan mengatakan kesepakatan untuk membatasi HFC merupakan
langkah penting dalam perjuangan untuk mencegah dampak terburuk dari pemanasan
global. Karena seperti gas rumah kaca lainnya, HFC berkontribusi terhadap
pemanasan global.
Meskipun beberapa ahli
mengatakan bahwa mungkin ada waktu di masa depan ketika iklim di beberapa
tempat akan sangat panas sehingga AC tidak akan mampu mempertahankan suhu yang
nyaman. Para ilmuwan tahu bahwa HFC berkontribusi terhadap pemanasan global,
dan menambahkan bahwa HFC selalu dimaksudkan sebagai bahan kimia transisi, dan
tidak dimaksudkan untuk penggunaan jangka panjang. Sehingga para ilmuwan
menciptakan HFO(hydrofluoroolefins) , HFO sangat baik
dalam mendinginkan rumah dan lebih hemat energi, tetapi lebih mahal dan
rumit untuk diproduksi. Honeywell mulai mengerjakan HFO pada 1990-an, Honeywell
sendiri yaitu suatu perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat dibidang
teknologi dan manufaktur .
Jadi AC tidak akan melepaskan HFC ke atmosfer jika AC
berfungsi dengan baik , AC akan melepaskan HFC jika terjadinya kebocoran . Jadi
untuk mengurangi resiko dampak negatif AC terhadap lingkungan, kita harus
menjaga dan merawat AC dengan baik dan benar , dan
selalu melakukan pengecekan secara teratur.
sumber : https://www.nytimes.com/2016/08/10/science/air-conditioner-global-warming.html
Komentar
Posting Komentar