Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Technopark
untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Bantaeng – Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan
teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat
berguna bila dimanfaatkan dengan baik.
Dalam rangka mewujudkan Indonesia
yang mandiri di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (IPTEKIN),
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengunjungi
Technopark Perbenihan di Gedung Kartini, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan,
dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
(Hakteknas) 10 Agustus 2017, Sabtu (5/8).
Menristekdikti, M. Nasir
mengatakan, masyarakat harus memperoleh manfaat dari Ilmu Pengetahuan Teknologi
dan Inovasi (IPTEKIN), serta sadar akan teknologi, oleh karena itu, iptek dan
inovasi harus mampu menjadi pemain penting bagi pembangunan ekonomi daerah dan
nasional. “Triple helix harus kita bangun, inovasi tidak bisa muncul tanpa
adanya rekayasa antara peneliti, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Pemerintah disini bertugas menjadi mediasi,” paparnya. Ia juga menambahkan, hasil riset untuk menjadi sebuah inovasi dan
teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, harus dapat dihilirisasi dan
dikomersialisasikan ke industri, karena inovasi menjadi tuntutan bangsa dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mandiri.
Technopark adalah suatu kawasan
terpadu yang mengembangkan teknologi dan inovasi untuk penelitian, yang
menggabungkan antara dunia industri, perguruan tinggi, dan pusat riset, yang
didanai oleh pemerintah pusat dan daerah, dalam satu lokasi yang memungkinkan
adanya aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat. “Saya bangga kepada Kabupaten Bantaeng yang dulunya tidak dipandang
apa-apa, sekarang sudah dapat membangun sebuah technopark yang menjadikan
Kabupaten ini menjadi Kabupaten benih yang berbasis teknologi dalam rangka
mendukung ketahanan pangan nasional,” terang Menteri Nasir.
Lebih lanjut, Menteri Nasir
menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 66 technopark yang dibangun di
Indonesia yang targetnya adalah 100 technopark, yang dimana, Kemenristekdikti
bersama dengan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dibawah koordinasi
Kemenristekdikti seperti BPPT, LIPI, BATAN, dan Kementerian lainnya meliputi;
Kementerian Keluatan dan Perikanan RI, Kementerian Pertanian RI, dan
Kementerian Perindustrian RI, yang juga ditugaskan dalam pembangunan technopark
sesuai dengan potensi yang ada di masing-masih daerah dan kota di wilayah Indonesia. “Hal yang menjadi sangat penting dan harus didorong kedepan,
Bantaeng bisa mandiri untuk mengelola technoparknya. Maka dari itu perlu adanya
pendidikan vokasi yang nantinya, akan berperan dalam mengembangkan technopark
di daerah Bantaeng,” ujar Menteri Nasir.
Kepala Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto, menyampaikan bahwa, technopark di
Bantaeng yang membawa visi Kabupaten benih berbasis teknologi ini, menjadi
salah satu technopark yang sukses diantara 9 (sembilan) technopark lainnya di
Indonesia.“Dengan adanya technopark di Bantaeng, saya harap daerah ini akan
menghasilkan tenaga ahli khususnya di bidang perbenihan dan dapat melanjutkan
program Kabupaten benih yang berbasis teknologi dan inovasi kedepannya,” kata
Unggul.
Sependapat dengan Kepala BPPT,
Bupati Kabupaten Bantaeng, Nurdin Abdullah menaruh harapannya agar technopark
yang ada di Bantaeng bisa membuat dampak yang pesat dan mampu berkembang secara
mandiri.“Saya harap kerja sama yang baik ini antara Kabupaten Bantaeng
dengan BPPT dalam mengolah varian benih unggul dapat terus ditingkatkan.
Saya yakin, sentuhan teknologi dan inovasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah Bantaeng,” ungkap Bupati Nurdin.
Pada kesempatan yang sama,
Menteri Nasir juga melihat pameran hasil-hasil produk benih olahan Kabupaten
Bantaeng yang bekerja sama dengan BPPT antara lain; Mesin Extruder pembuat mie
dan beras berbahan baku lokal yang baru saja dilakukan soft launching oleh
Menteri Nasir, dan hasil olahan pertanian pangan lokal lainnya seperti talas,
mie, uwi, beras, jagung, cabai, wortel, dan kopi.
Di akhir acara, Menteri Nasir
bersama Bupati Bantaeng, dan Kepala BPPT memberikan bantuan benih ikan nila,
bantuan pupuk SRF, dan bantuan BPJS Ketenagakerjaan dari kepada petani lokal daerah
Bantaeng.
Hadir juga dalam acara ini, Kepala BPPT Unggul Priyanto, Direktur
Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Rektor Universitas
Hasanuddin Makassar Dwia Aries, Rektor Universitas Negeri Makassar Husain Syam,
dan Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris. (Ard)
Opini :
Menurut saya Technopark sangat bermanfaat sekali untuk
meningkatkan pendapatan daerah dan terciptanya lapangan kerja karena technopark
memiliki hubungan antara universitas dengan perusahaan-perusahaan di kawasan Technopark,
Techonpark sendiri menggabungkan ide,inovasi, akademik dan finansial untuk
dunia bisnis. Hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan untuk meningkatkan
kualitas produk-produk yang akan dipasarkan ,agar pembangunan Techonpark
berjalan dengan lancar pemerintah perlu mendorong dan mendukung pembangunan
Technopark di daerah-daerah yg mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang
khas di setiap daerah misalnya didaerah Bantaeng yang memanfaatkan inovasi
perbenihan berbasis teknologi . Dengan adanya kerjasama antara warga dan
pemerintah Indonesia dalam membangun Technopark , maka perekonomian dan
kesejahteraan masyarakat didaerah-daerah Indonesia akan meningkat dan
produk-produk unggulan daerah Indonesia akan mampu bersaing di pasar lokal maupun
global.
Sumber : https://ristekdikti.go.id/technopark-untuk-meningkatkan-kesejahteraan-masyarakat/
Bantaeng – Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan
teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat
berguna bila dimanfaatkan dengan baik.
Dalam rangka mewujudkan Indonesia
yang mandiri di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (IPTEKIN),
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengunjungi
Technopark Perbenihan di Gedung Kartini, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan,
dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
(Hakteknas) 10 Agustus 2017, Sabtu (5/8).
Menristekdikti, M. Nasir
mengatakan, masyarakat harus memperoleh manfaat dari Ilmu Pengetahuan Teknologi
dan Inovasi (IPTEKIN), serta sadar akan teknologi, oleh karena itu, iptek dan
inovasi harus mampu menjadi pemain penting bagi pembangunan ekonomi daerah dan
nasional. “Triple helix harus kita bangun, inovasi tidak bisa muncul tanpa
adanya rekayasa antara peneliti, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Pemerintah disini bertugas menjadi mediasi,” paparnya. Ia juga menambahkan, hasil riset untuk menjadi sebuah inovasi dan
teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, harus dapat dihilirisasi dan
dikomersialisasikan ke industri, karena inovasi menjadi tuntutan bangsa dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mandiri.
Technopark adalah suatu kawasan
terpadu yang mengembangkan teknologi dan inovasi untuk penelitian, yang
menggabungkan antara dunia industri, perguruan tinggi, dan pusat riset, yang
didanai oleh pemerintah pusat dan daerah, dalam satu lokasi yang memungkinkan
adanya aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat. “Saya bangga kepada Kabupaten Bantaeng yang dulunya tidak dipandang
apa-apa, sekarang sudah dapat membangun sebuah technopark yang menjadikan
Kabupaten ini menjadi Kabupaten benih yang berbasis teknologi dalam rangka
mendukung ketahanan pangan nasional,” terang Menteri Nasir.
Lebih lanjut, Menteri Nasir
menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 66 technopark yang dibangun di
Indonesia yang targetnya adalah 100 technopark, yang dimana, Kemenristekdikti
bersama dengan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dibawah koordinasi
Kemenristekdikti seperti BPPT, LIPI, BATAN, dan Kementerian lainnya meliputi;
Kementerian Keluatan dan Perikanan RI, Kementerian Pertanian RI, dan
Kementerian Perindustrian RI, yang juga ditugaskan dalam pembangunan technopark
sesuai dengan potensi yang ada di masing-masih daerah dan kota di wilayah Indonesia. “Hal yang menjadi sangat penting dan harus didorong kedepan,
Bantaeng bisa mandiri untuk mengelola technoparknya. Maka dari itu perlu adanya
pendidikan vokasi yang nantinya, akan berperan dalam mengembangkan technopark
di daerah Bantaeng,” ujar Menteri Nasir.
Kepala Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto, menyampaikan bahwa, technopark di
Bantaeng yang membawa visi Kabupaten benih berbasis teknologi ini, menjadi
salah satu technopark yang sukses diantara 9 (sembilan) technopark lainnya di
Indonesia.“Dengan adanya technopark di Bantaeng, saya harap daerah ini akan
menghasilkan tenaga ahli khususnya di bidang perbenihan dan dapat melanjutkan
program Kabupaten benih yang berbasis teknologi dan inovasi kedepannya,” kata
Unggul.
Sependapat dengan Kepala BPPT,
Bupati Kabupaten Bantaeng, Nurdin Abdullah menaruh harapannya agar technopark
yang ada di Bantaeng bisa membuat dampak yang pesat dan mampu berkembang secara
mandiri.“Saya harap kerja sama yang baik ini antara Kabupaten Bantaeng
dengan BPPT dalam mengolah varian benih unggul dapat terus ditingkatkan.
Saya yakin, sentuhan teknologi dan inovasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah Bantaeng,” ungkap Bupati Nurdin.
Pada kesempatan yang sama,
Menteri Nasir juga melihat pameran hasil-hasil produk benih olahan Kabupaten
Bantaeng yang bekerja sama dengan BPPT antara lain; Mesin Extruder pembuat mie
dan beras berbahan baku lokal yang baru saja dilakukan soft launching oleh
Menteri Nasir, dan hasil olahan pertanian pangan lokal lainnya seperti talas,
mie, uwi, beras, jagung, cabai, wortel, dan kopi.
Di akhir acara, Menteri Nasir
bersama Bupati Bantaeng, dan Kepala BPPT memberikan bantuan benih ikan nila,
bantuan pupuk SRF, dan bantuan BPJS Ketenagakerjaan dari kepada petani lokal daerah
Bantaeng.
Hadir juga dalam acara ini, Kepala BPPT Unggul Priyanto, Direktur
Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Rektor Universitas
Hasanuddin Makassar Dwia Aries, Rektor Universitas Negeri Makassar Husain Syam,
dan Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris. (Ard)Opini :
Menurut saya Technopark sangat bermanfaat sekali untuk
meningkatkan pendapatan daerah dan terciptanya lapangan kerja karena technopark
memiliki hubungan antara universitas dengan perusahaan-perusahaan di kawasan Technopark,
Techonpark sendiri menggabungkan ide,inovasi, akademik dan finansial untuk
dunia bisnis. Hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan untuk meningkatkan
kualitas produk-produk yang akan dipasarkan ,agar pembangunan Techonpark
berjalan dengan lancar pemerintah perlu mendorong dan mendukung pembangunan
Technopark di daerah-daerah yg mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang
khas di setiap daerah misalnya didaerah Bantaeng yang memanfaatkan inovasi
perbenihan berbasis teknologi . Dengan adanya kerjasama antara warga dan
pemerintah Indonesia dalam membangun Technopark , maka perekonomian dan
kesejahteraan masyarakat didaerah-daerah Indonesia akan meningkat dan
produk-produk unggulan daerah Indonesia akan mampu bersaing di pasar lokal maupun
global.
Sumber : https://ristekdikti.go.id/technopark-untuk-meningkatkan-kesejahteraan-masyarakat/

Komentar
Posting Komentar