Tugas Softskill Teori Ekonomi dan Manajemen
CSR Perusahaan Swasta Diminta Menyiapkan Bus Sekolah
Pangkalpinang
- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengundang
Perusahaan-Perusahaan Swasta se-Bangka Belitung untuk berkoordinasi terkait
dana Corporate Social Responsibility
(CSR), khususnya untuk Bidang Pendidikan dan Perhubungan dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tentunya tidak bisa hanya
berharap kepada Pemerintah saja. Artinya pihak swasta diwajibkan bersama-sama
untuk membangun daerah tempat perusahaannya berdiri.
“Saya tidak
bermaksud mencampuri keuntungan perusahaan bapak/ibu” tegasnya.
Melalui program CSR Perusahaan yang
telah diatur dalam Undang-Undang, Erzaldi ingin dana CSR setiap
Perusahaan-Perusahaan swasta yang akan dicairkan untuk terlebih dahulu kemudian
disampaikan kepada Gubernur diawal penyusunan RKAB dan ditentukan
pendistribusian dana tersebut. Sebab selama ini, pihak Pemerintah tidak pernah
mengetahui kemana dana CSR tersebut diberikan.
Terkait
dengan hal tersebut, Erzaldi menyampaikan program pengadaan kendaraan antar
jemput Sekolah, yang dalam waktu dekat program ini harus teralisasi dengan
bersinerginya Pemerintah dan Perusahaan Swasta di Babel dengan dana
CSRnya, dalam Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Tanjung Pesona Kantor
Gubernur Babel (31/05),
Rencananya kendaraan ini disebar ke
seluruh Kabupaten/ Kota di Babel untuk melayani antar jemput Sekolah para
Pelajar . Dengan harapan mengurangi Pelajar menggunakan kendaraan bermotor,
mengurangi waktu mereka untuk bergaya-gayaan, mengoptimalkan jam belajar agar
efektif dengan datang dan pulang sekolah tepat waktu serta orang tua tidak
perlu merasa khawatir.
Kendaraan
tersebut diantaranya, 85 unit Bus Sekolah¸ 18 unit Mini Bus (ELF) dan 2 Unit
Kapal .
Spesifikasi Bus diantaranya, kapasitas
24 kursi, 6 ban dan perkiraan harga hingga 700juta. Untuk Mini Bus (ELF) dengan
spesifikasi jendela yang tidak bisa dibuka, AC dan kebutuhan lainnya sebab
kendaraan ini dioperasikan untuk antar jemput anak-anak berkebutuhan khusus di
Sekolah Luar Biasa (SLB). Sedangkan Kapal untuk menyebrangkan para pelajar yang
berasal dari pulau kecil.
Selain itu
Pihak Perusahaan dipersilahkan memberikan logo perusahaan dan tulisan/
slogan-slogan pendidikan pada kendaraan ini nantinya.
“Kita membiasakan anak-anak untuk
memakai Bus ke sekolah dan ketika semua kendaraan sudah beroperasional, akan
dikeluarkan aturan tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor pribadi sehingga
mengurangi resiko kecelakaan.” Ungkap Erzaldi.
Kepala Dinas
Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sarjulianto juga menegaskan
bahwa bulan November kendaraan-kendaraan antar jemput Pelajar ini akan
dilaunching, seperti yang juga disampaikan oleh Erzaldi sebelumnya. Sehingga
dalam kurun waktu 3 bulan terhitung sejak Juni hingga Agustus pihak Perusahaan
bisa mempersiapkan unit kendaraan ini sehingga per September semua siap.
“Untuk
perusahaan yang sudah terdata akan disesuaikan secara proporsional besaran dana
CSR dan akan disampaikan berapa bantuan bus yang harus dipenuhi.” Jelas Sarju.
Dalam Rakor, Sarju juga menyinggung
tentang biaya operasional tiap unit kendaraan yang akan dirumuskan segera.
“Bisa dianggarkan di Sekolah, Dinas Pendidikan atau Dinas Perhubungan pada
anggaran perubahan tahun 2017 atau rencana anggaran tahun 2018.” Tegasnya.
Terkait Aset
kepemilikan Kendaraan ini, Erzaldi ingin ini menjadi aset Pemerintah Daerah,
sebab Pemerintah yang akan mengelola dan mengoperasikan kendaraan-kendaraan
ini. Ditegaskan juga oleh Sarju bahwa perusahaan menyerahkan kendaraan-kendaraan ini
sebagai aset Provinsi dan oleh Provinsi di hibahkan ke Kabupaten/ Kota sesuai
kebutuhan. “Agar Operasionalnya bisa dianggarkan ditiap Kabupaten/ Kota.”
Jelasnya.
Erzaldi :
Siapkan RKAB CSR Perusahaan
Khusus untuk Bus Sekolah ini, Erzaldi
ingin Pihak Perusahaan berkoordinasi dengan cepat dan spesifikasinya segera
diatur oleh Dinas Perhubungan serta dipersilahkan branding bus sesuai keinginan
Pihak perusahaan.
“Kita akan lounching bus ini pada
bulan November.” pesan Erzaldi.
Selain itu,
akan ada pendataan jalan-jalan yang rusak akibat dari tonase (muatan) buah
sawit yang dibawa ke pabrik. Erzaldi meminta perusahaan untuk menyiapkan dana
perawatannya. Pemerintah menyiapkan spesifikasi untuk berapa kilometer jalan
yang rusak, berapa banyak lubang dan bisa dikerjakan oleh pihak perusahaan yang
berkoordinasi dengan Dinas Pekerja Umum.
“Jadi,
pemerintah tidak diberikan uang perawatan, pihak perusahaan silahkan
mengerjakannya sendiri.” tegasnya.
Khusus untuk perkebunan, pada tahun
depan (2018) Perusahaan Swasta juga diwajibkan menyiapkan dana untuk memelihara
sapi disesuaikan dengan jumlah hektar luasan perkebunannya. Jika sapi dianggap
hama bagi perkebunan, silahkan dipelihara khusus. Misalnya dengan jasa
peternak, kedepannya akan digabungkan dengan program-program pelatihan dari
Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk para peternak, termasuk juga terbuka
kepada para pelajar yang melakukan pengenalan tehadap sapi.
Erzaldi
menjelaskan bahwa sapi ini dibolehkan untuk dijual pada hari-hari besar
keagamaan, guna menetral harga pasaran sapi saat hari-hari besar.
“Penjualan juga diperintahkan oleh
gubernur, untuk membantu menekan angka inflasi di Babel menjelang hari-hari
besar.” jelas Gubernur.
Opini :
Menurut
saya, program CSR dalam menyiapkan bus sekolah ini sangatlah bermanfaat ,pelajar
akan mudah mendapatkan akses tranportasi menuju sekolah dengan nyaman , karena sekarang
banyak pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa adanya surat dan
perlengkapan berkendara yang akan berakibat fatal . Contohnya kecelakaan, ditilang
polisi, ugal-ugalan, dan lain-lain. Dengan adanya program menyiapkan bus
sekolah ini diharapkan bisa mengurangi kasus pelajar yg mengendarai sepeda
motor tanpa adanya surat dan perlengkapan berkendara agar orang tua tidak lagi
khawatir ketika anaknya pergi ke sekolah , program menyiapkan bus sekolah juga
membuat pelajar akan belajar untuk membiasakan menggunakan kendaraan umum
sebagai akses transportasi , selain nyaman biayanya pun terjangkau.
Dengan banyaknya
transportasi umum merupakan salah satu cara untuk mengurangi tingkat kemacetan
yang semakin parah akibat banyaknya kendaraan , pemerintah dan perusahaan
swasta harus bekerja sama agar program menyiapkan bus sekolah dapat berjalan
dengan lancar. Semoga dengan adanya program menyiapkan bus sekolah ini diharapkan
memudahkan pelajar Bangka Belitung untuk mencari ilmu, dan semoga program
menyiapkan bus sekolah ini dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia.
Sumber : http://babelprov.go.id/content/csr-perusahaan-swasta-diminta-menyiapkan-bus-sekolah

Komentar
Posting Komentar